Kaitan sekuralisme dengan orientalisme dan oksidentalisme
sekularisme adalah pergerakan menuju
pemisahan antara agama dan pemerintahan. Hal ini dapat berupa hal seperti
mengurangi keterikatan antara pemerintahan dan agama negara,
menggantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil, dan menghilangkan pembedaan
yang tidak adil dengan dasar agama. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi
dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.
sekularisme muncul disebabkan
pengongkongan gereja dan tindakannya menyekat pintu pemikiran dan penemuan
sains. Pihak gereja Eropah telah menghukum ahli sains seperti Copernicus,
Gradano, Galileo dll yang mengutarakan penemuan saintifik yang berlawanan
dengan ajaran gereja. Kemunculan paham ini juga disebabkan tindakan pihak
gereja yang mengadakan upacara agama yang dianggap berlawanan dengan nilai
pemikiran dan moral seperti penjualan surat pengampunan dosa, yaitu seseorang
boleh membeli surat pengampunan dengan nilai wang yang tinggi dan mendapat
jaminan syurga walaupun berbuat kejahatan di dunia.
Sekularisme, seringkali dikaitkan
dengan Era Pencerahan di Eropa, dan memainkan peranan utama
dalam perdaban barat.
Prinsip utama Pemisahan gereja dan negara di Amerika Serikat, dan Laisisme di Perancis, didasarkan dari sekularisme.
Kebanyakan agama menerima hukum-hukum
utama dari masyarakat yang demokratis namun mungkin masih akan mencoba untuk
memengaruhi keputusan politik, meraih sebuah keistimewaan khusus atau. Aliran
agama yang lebih fundamentalis menentang sekularisme. Penentangan yang paling
kentara muncul dari Kristen Fundamentalis dan juga Islam Fundamentalis. Pada
saat yang sama dukungan akan sekularisme datang dari minoritas keagamaan yang
memandang sekularisme politik dalam pemerintahan sebagai hal yang penting untuk
menjaga persamaan hak.